Pengelolaan tenant F&B di kawasan stadion acap kali tersandung berbagai hambatan klasik.
Mulai dari alur operasional yang berjalan parsial tanpa integrasi solid, kualitas tenant yang timpang, atmosfer penonton yang terasa monoton, budaya "orang dalam", premanisme hingga pola revenue yang terlalu bergantung pada jumlah penonton saat matchday berlangsung.
Padahal, Jepara menyimpan reservoir besar dari sektor UMKM dan industri kreatif yang selama ini belum sepenuhnya terkoneksi dengan dunia sepak bola profesional.
Alih-alih melihat kondisi tersebut sebagai keterbatasan, kami memaknainya sebagai celah strategis untuk merancang sistem yang lebih progresif, lebih tertata, dan memiliki daya tahan jangka panjang.